Pertemuan I Karakteristik Bahan Pangan - Umbi - 28 Maret 2016

1. Pendahuluan

  • Umbi-umbian adalah bahan nabati yang diperoleh dari dalam tanah.
  • Ubi adalah umbi - umbian yang menyimpan cadangan makanan di bawah tanah baik itu ubi akar maupun ubi batang.
  • Umbi biasanya mengandung pati (dapat dicerna) dan serat (tidak dapat dicerna). 
  • Umbi yang kaya serat memiliki komponen bioaktif yang tinggi dan memiliki bau yang tajam. 
2. Morfologi
- Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz)

  • Berbentuk silinder dengan ujung mengecil
  • Diameter 2-5 cm dan panjang 20-30 cm
  • Daging umbi berwarna putih atau kuning
  • Bagian tengah ubi terdapat suatu jaringan yang tersusun dari serat
  • Terdapat lapisan kambium diantara kulit dalam dan daging umbi
  • Biasanya digoreng, direbus, atau dijadikan tepung dan diolah menjadi berbagai macam produk
-  Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)

  • Kulitnya lebih tipis daripada ubi kayu
  • Berwarna putih kekuningan, ungu, jingga kemerah-merahan, putih, kuning.
  • Dagingnya mengandung serat 
-  Gembili (Dioscorea aculeata L.)  

  • Biasanya berbentuk bulat atau lonjong dan juga ada yang bercabang - cabang dan lebar
  • Kulit berwarna krem sampai coklat muda, panjang 4-10 cm dengan diameter 4 cm
  • Daging umbi berwarna putih bening hingga putih keruh
  • Beratnya sekitar 100 - 200 gram 
-  Talas (Colocasia esculenta (L.) Schoot

  • Berbentuk lonjong sampai agak membulat dengan diameter 10 cm
  • Kulit berwarna kemerah-merahan dan kasar
  • Dagingnya berwarna putih keruh dengan serat seperti urat berwarna kemerahan dan mengandung kalsium oksalat  




 -  Garut (Marantha arundinaceae L.)

  •  Berwarna putih, dengan kulit seperti sisik-sisik secara teratur
  •  Merupakan rhizoma tanaman garut, dengan panjang 20-45 cm dan diameter sekitar  2.5 cm 
-  Gadung (Dioscore hispida Dennst

  • Berbentuk bulat panjang dengan sisi sejajar atau melebar terhadap puncak
  • Berwarna putih dan kuning, berbulu halus panjang 5-6 cm.  
-   Kimpul (Xanthosoma violaceum Schott)

  • Berbentuk silinder sampai agak bulat, terdapat ruas dengan beberapa tunas. 
  • Panjang 12-25 cm dengan diameter 12-15 cm dan berat sekitar 300-1000 gram. 
  • Jika dipotong melintang akan terlihat struktur kimpul yang terdiri dari kulit, korteks, xylem dan floem.
  • Pada pembuluh xylem dan floem terdapat butir-butir pati. 
3. Komposisi Kimia
- Ubi Kayu 

  • Mengandung senyawa beracun HCN. Namun berdasarkan kadar HCN nya maka dibagi menjadi 4 bagian yaitu 1) tidak beracun yang mengandung 50 mg/kg biasanya disebut ubi kayu manis. 2) sedikit beracun yang mengandung 50-80 mg/kg. 3) beracun yang mengandung 80-100 mg/kg. 4) sangat beracun, mengandung lebih besar dari 100 mg/kg HCN dikenal sebagai ubi kayu pahit.
  • Singkong kuning memiliki protein yang lebih rendah, energi yang lebih tinggi, karbohidrat yang lebih tinggi, vitamin A yang lebih tinggi, dan air yang lebih rendah dibandingkan dengan singkong putih.
- Ubi Jalar

  •  Ubi jalar memiliki komposisi yang bervariasi, tergantung jenis, usia, keadaan tumbuh, dan tingkat kematangannya.
  • Mengandung beberapa jenis oligosakarida yang dapat menyebabkan flatulens.
  • Flatulens adalah stakiosa, rafinosa, dan verbaskosa yang dapat menyebabkan terbentuknya gas dalam usus besar sebagai akibat penernaan bakteri usus bagian bawah karena tidak adanya enzim galaktosidase. 
- Talas

  •  Talas mengandung alkaloid, glikosida, saponin, essentialoil, resin, beberapa gula dan asam organik.
  • Selain itu juga mengandung pati hingga 18.2%, pigmen karotenoid dan antosianin
  • Mengandung kristal kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal
-  Gadung

  • Mengandung alkaloid dioscorin yang bersifat racun dan tidak beracun
  • Gadung mengandung saponin yang sebagian besar merupakan dioscin yang beracun 
  • Kandungan racun semakin tinggi semakin meningkatnya usia, daging menjadi warna hijau
- Garut

  • Kadar patinya berkisar 19,4 - 21,7 % 

- Kimpul

  • Umbi induknya suka memberikan rasa gatal karena mengandung kalsium oksalat 
4. Pengeringan dan Penepungan

  • Pengeringan
 Pengupasan - pencucian - pengirisan ketebalan 2-5 mm - direndam dalam larutan garam 3% selama 5 menit - dijemur di rak penjemuran hingga kering

  • Penepungan
Terdapat 2 cara :
1) Cara kering, menumbuk umbi yang sudah kering lalu diayak agar ukurannya seragam
2) Cara basah, dilakukan pengupasan - pencucian - pemarutan (air keluar) - dijemur -        ditumbuk - disaring 
5. Ekstraksi Pati
 Pembersihan - pengupasan - pencucian - perendaman dalam larutan gara 3% selama 1 jam - pencucian dengan air bersih - umbi diparut - penambahan air sebanyak 9x berat bahan yang telah diparut - parutan diperas - filtrat dibiarkan mengendap sampai supernatannya jernih - endapan dicuci dengan menambahkan 9x berat bahan dan diaduk - endapkan hingga supernatan jernih - endapan pati dijemur sampai kering, digiling dan di saring agar ukuran partikel pati seragam.
 

 





 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jaminan Mutu Pangan - Sejarah Mutu dan Perkembangan Sistem Mutu

Unggas - Karakteristik Bahan Pangan

Serealia dan Kacang - Kacangan - Karakteristik Bahan Pangan