Serealia dan Kacang - Kacangan - Karakteristik Bahan Pangan
SEREALIA DAN KACANG
– KACANGAN
-
Biji – bijian dari famili rerumputan (gramine),
yang banyak mengandung karbohidrat.
-
Kacang – kacangan – leguminosa
-
Kacang – sumber utama protein nabati
STRUKTUR BIJI
-
Kulit biji (luar), butir biji, lembaga (embrio)
-
Kulit biji à
sekam
-
Butir biji dan lembaga à butir beras
-
Sel epidermis terluar à lema dan palea
-
Beras à
bagiannya ada yang kelam makanya dia pecah saat penggilingan
-
Beras ketan à
semuanya kelam namun granulanya rapat makanya dia ga pecah pada saat
penggilingan
KOMPOSISI KIMIA
-
Karbohidrat
o
Paling banyak di serealia, terutama pati
o
Yang lainnya ada pentosan, selulosa, hemi
selulosa
o
Amilosanya tinggi maka nasinya tidak akan pulen
dan lebih mudah terpisah
o
Pati dari kacang hijau dimanfaatkan untuk
membuat tepung hung kue (amilosa 28,8%, amilo pektin sisanya, suhu gelatinisasi
71,3-71,7°C)
-
Protein
o
Banyaknya di kacang – kacangan
o
Di serealia juga ada
o
Protein cadangan (dalam biji) ada 4 berdasarkan
keurutannya dalam kelarutannya :
§
Albumin (larut air)
§
Globulin (larut garam) (utama pada serealia dan
kacang – kacangan)
§
Prolamin (larut alkohol) (pada serealia utama)
§
Glutelin (larut dalam asam dan alkali)
o
Protein fungsional berasal dari dalam bagian
vegetatif tanaman
o
Mutu protein beras dianggap paling tinggi di
serealia
-
Lipida
o
Kandungan lipid tertingginya ada di lapisan
aleuron à
dekat lembaga dan embrio
o
80% pecah beras, lipidnya berada dalam fraksi
dedak bekatul, 1/3nya di embrio
o
Dalam minyak kedelai ada senyawa fosfatida yang
terdiri dari lesitin dan sepalin yang sifatnya bagus untuk emulsi
-
Mineral
o
Terdapat di lapisan aleuron
o
Makanya kalo lagi penggilingan itu dia terbawa
ke fraksi dedak bekatul
o
Dalam padi -> fosfor
o
Dalam kedelai -> kalium
o
Sisanya adalah fosfor, magnesium, kloria,
belerang, kalium, kalsium, natrium, silikon
-
Vitamin
o
Beras sedikit mengandung vitamin A, kalau
kedelai banyak mengandung vitamin A yaitu karoten
o
Banyak juga terdapat pada bagian aleuron jadi
saat penggilingan pada hilang
o
Vitaminnya banyakan jenis jenis vitamin B dan E
PERUBAHAN PASCAPANEN
-
Jadi setelah panen harus ada pengeringan
-
Namun pengeringan yang terlalu cepat akan
mengganggu proses berikutnya karena sebenernya tidak terlalu kering
-
Masih melakukan respirasi à menghasilkan CO2, air,
dan panas sehingga bisa saja ada mikroorganisme
PERUBAHAN KOMPOSISI KIMIA
-
Karbohidrat
o
Hidrolisa pati
o
Kurangnya gula karena pemanasan
o
Ada reaksi pencoklatan bukan karena enzim
o
Terbentuknya bau asam dan bau apek
o
Gula selama pernafasan itu diubah menjadi Co2
dan air makanya berat biji kering itu turun
-
Protein
o
Nitrogen dari protein akan menurun
-
Lemak
o
Teroksidasi sehingga menghasilkan bau tengik
-
Mineral
o
Biasanya tidak ada peningkatan atau penurunan
mineral
o
Kecuali fosfor, fosfor yang hilang karena enzim
fitase melepasnya dari asam fitat akan mengalami perbaikan nilai gizi
-
Vitamin
o
Tiamin yang mengalami kerusakan
PERUBAHAN SIFAT ORGANOLEPTIK
-
Beras yang tadinya putih saat disimpan menjadi
berubah warna menjadi coklat, merah atau kuning
-
Adapula akumulasi bahan volatil yang menyebabkan
bau
-
Eating quality à
kenampakan, keempukkan, flavor, kekompakan
PERUBAHAN SIFAT FISIKOKIMIA
-
Beras yang disimpan mengabsorbsi air lebih
banyak daripada beras yang baru
-
Viskositasnya menjadi lebih tinggi seiring
dengan peningkatan suhu penyimpanan
PERUBAHAN YANG DISEBABKAN OLEH MIKROBA
-
Biasanya kapang
-
Kenapa? Karena kadar air yang dibutuhkan oleh
kapang lebih rendah
-
Bahayanya ada pembentukan aflatoksin
PENANGANAN PASCAPANEN
-
Pengeringan
o
Menurunkan kadar air agar biaya pengirimannya
semakin efektif, memperpanjang daya simpan, dan salah satu tahap untuk proses
berikutnya
o
Hasil pengeringan : kadar air rendah, nutrisi
tetap tinggi, berat tetap tinggi, kandungan minyak tetap tinggi, kualitas
protein banyak, jumlah kapang rendah, biji tidak mudah pecah, presentase biji
yang mudah pecahnya itu sedikit
o
Suhu maksimum untuk pengeringan tergantung
penggunaan biji (kalo biji untuk benih di suhu tinggi nantinya akan mematikan
benihnya), kadar air biji, atau jenis dan macam biji
-
Penyimpanan
o
Selama penyimpanan dapat rusak karena adanya
insekta, kapang, rodensia
o
Dapat dicegah dengan insektida dan pengemasan
yang baik
o
Karena ada kadar air kesetimbangan makanya
bakalan tau nanti akan menyimpannya kondisinya bagaimana
o
Suhu lebih rendah sebenarnya lebih baik
ANALISIS KIMIA KACANG – KACANGAN
-
Kadar air dan kadar abu
o
Metodenya pakai pengeringan dan pengabuan
o
Massa yang sesudah dikeringkan dibagi dengan
massa awal dikali dengan 100%
-
Kadar protein
o
Metode kjehdal
-
Kadar lemak
o
Metode soxhlet
DAYA SERAP AIR TEPUNG TERIGU
-
Penambahan air pada adonan roti itu berdasarkan
daya serap air yang ada di dalamnya
-
Daya serap air yang baik itu kalo adonannya
tidak menempel pada tangan
PENGGILINGAN
-
Penggilingan Padi
o
Kadar air gabah harus berada pada 20-40% agar
mencapai kehilangan minimum karena beras patah
o
Ada dua cara pengeringan : metode biasa dengan
penjemuran dan metode mekanik
o
Proses segregasi à
menentukan mutu dengan mengecek ada benda asing seperti batu atau tidak (alat
dockase tester)
o
Proses giling à
menentukan %sekam, %beras patah, %beras kepala, dan %penyosohan
-
Penggilingan sorgum
o
Penggilingan kering untuk memisahkan endosperm,
lembaga, dan bekatul sorgum
o
% endospermnya lebih banyak lebih bagus
-
Penggilingan jagung
o
Memisahkan lembaga jagung dengan endospermnya
kemudian di ekstraksi menjadi minyak
-
Penggilingan biji gandum
o
Hasilnya berupa tepung terigu
o
Sebelumnya harus dipisahkan dengan kulit ari,
sekam, dan lembaga
o
Bleaching à
agar mendapatkan tepung terigu warna putih
-
Penggilingan kedelai
o
Pengupasan kulit dahulu
o
Pengupasan kulit à
melonggarkan kulit supaya terpisah dari endosperm dan pengelupasan kulit dengan
jalan abresif (penggosokkan lalu dipisahkan)
UJI GLUTEN PADA TEPUNG TERIGU
-
Adonan roti yang licin ini karena adanya gluten.
-
Gluten adalah protein tidak larut air
-
Penggunaannya penting karena sebagai bahan dasar
pembuatan roti
-
Ujinya :
o
Tepung terigu + 5 mL NaCl 1%
o
Diuleni sampai terbentuk adonan elastis
o
Dibentuk menjadi bola dan direndam selama 1
menit
o
Dicuci dengan air mengalir sampai air
mengalirnya jernih
o
Sisa adonan ditimbang sebagai gluten basah
o
Adonan dikeringkan dalam oven 100°C kemudian
ditimbang sebagai gluten kering
-
Cara lain :
o
10 gram tepung terigu + 5-6 mL air
o
Diuleni sampai membentuk adonan elastis
o
Dibiarkan selama 1 jam dan dicuci
o
Sisa adonan ditimbang sebagai gluten basah
o
Dioven dan dikeringkan
o
Sisanya ditimbang sebagai gluten kering
UJI BLEACHING PADA TEPUNG TERIGU
-
Berhubungan dengan oksidasi karoten (pigmen yang
terdapat dalam terigu)
-
Melarutkan tepung terigu dalam protelum ether
dan dibiarkan mengendap
-
Terigu yang tidak dibleaching akan berwarna
kuning
-
Terigu yang di bleaching berwarna tidak berwarna
pada cairan supernatannya
Ayo, jangan berhenti mengisi blogmu!
BalasHapus