China on Tounge Part 3

China adalah negara yang memiliki geografis dan iklim yang berbeda-beda. Orang-orang China masih menghidupi gaya yang tradisional, seperti pulang di sore hari, bercocok tanam pada musim semi, berkebun pada musim panas, dan panen saat musim gugur tiba, sehingga ketika tiba musim dingin, persediaan makanan sudah tersimpan di dalam gudang-gudang penyimpanan. Mengenai budaya makanan di Cina, mereka mewarisi tradisi makanan mereka dari para leluhur.

Di Northeast Cina, makanan yang dianggap baik itu apabila di meja ada makan ada hidangan yang berupa ikan. Ikan banyak disajikan dalam bentuk direbus atau diberi siraman kuah. Siraman kuah ini diambil dari mata air yang tidak pernah beku, sehingga dinamakan Living Water. Selain itu, pancake yang terbuat dari tepung jagung juga wajib ada. Teksturnya garing dan rasanya gurih. Pada saat musim salju, suhu -15 derajat celcius, cocok untuk membuat tofu beku. Suhu dingin ini membuat air dalam tofu menjadi beku sehingga terjadi permisahan dengan protein. Hal ini menyebabkan tekstur tofu seperti spongy.

Ikan biasanya disajikan dengan minyak hingga kering dan berwarna kuning keemasan. Lalu air yang berasal dari mata air disiramkan pada ikan yang direbus selama beberapa saat selama 15 jam, setelah itu frozen tofu kemudian ditambahkan ke dalam masakan.

Di Mountain Mo, seorang petani harus berangkat pagi-pagi ke hutan bambu setelah terjadi hutan petir untuk mengambil rebung yang muncul setelah terjadi petir. Rebung tersebut dapat dimakan dalam kurun waktu 10 hari, apabila lebih dari 10 hari dapat bertumbuh menjadi pohon bambu. Rebung ini istimewa karena flavornya dapat menghilang dari pagi ke malam. Rebung ini teksturnya garing, lembut, dan biasanya digoreng atau direbus.

Di Southeast China, rebung kebanyakan dikonsumsi dengan teh atau diolah dengan berbagai rempah-rempah dan dimasak dengan menggunakan tungku. Terdapat pula rebung yang istimewa, yaitu rebung kuning yang susah diambil dari tanah, harus digali lebih dalam. Jumlahnya langka hanya terdapat 3-4 buah di wilayah tersebut. Tetapi teksturnya lebih garing dibandingkan dengan rebung pada umumnya, rasanya pun seperti buah pear. Rebung kuning disajikan dengan daging babi. Campuran ini kemudian direbus dengan api besar selama kurang lebih 7 menit.

Di pegunungan utara, mereka memiliki kebiasaan untuk memanen lily magnolian buds. Tepung Siberian ELm dikukus dengan bunga lily dan dimasak menjadi stuffed balls. Sedangkan di pegunungan Xiang Fan terdapat Chinese Toon Shoots yang hanya tumbuh dalam waktu 2-3 hari. Apabila lebih dari 2 minggu tidak dapat dikonsumsi oleh manusia.
Cara memasaknya, toon shoots dilumuri dengan kuning telur dan tepung lalu kemudian digoreng. Ini disebut dengan chinese toon fish. Selain itu, dapat pula dimasak dalam telur seperti omelette, dicampur dengan tofu dan dijadikan salad dressing. Biasanya ini disajikan pada saat musim semi.

Di Xiang Bao, ada 9 lapisan rice cake. Cara memasaknya adalah dengan menggiling nasi dari tahun sebelumnya dan lokio, jadilah green rice milk. Lalu mereka merendam tangerine kering dan dicampurkan dengan green rice milk sehingga berwarna kekuningan. Layer ketiga harus beras putih dan layer terakhir adalah terong yang berwarna merah muda. Setiap layer dikukus satu per satu. Kue ini memiliki makna yaitu dari musim semi yang penuh dengan daun-daun hijau hingga musim gugur tiba, nasi putih merupakan makanan yang segar untuk memimpin kebahagiaan manusia. Kesembilan warna tersebut merupakan lambang harapan para petani di dunia.

Di daerah sungai Yangtze, para nelayan mengambil siput yang bermigrasi ke permukaan air. Siput yang terbaik adalah malam hari karena berada di permukaan sehingga mudah diambil. Orang-orang di daerah ini terbiasa mengonsumsi siput dari zaman dahulu. Cara mengonsumsinya adalah dengan menghisap siput di mulut mereka. Siput di daerah ini tidak memiliki rasa yang khusus, tetapi mereka menikmati tekstur dari siput dan menikmati saat menghisap keluar dari cangkang. Hidangan lain yang nikmat saat disantap dengan siput adalah perilla ungu.

Di Lan Yu, disana suku Da Wu tinggal. Sebagian mata pencahariannya adalah nelayan. Biasanya nelayan menyelam ke dalam laut untuk menebar jala dan ratusan flying fish dapat ditangkap. Kemudian ikan ini dikeringkan selama 3 hari untuk dimasak dan dimakan.

Bagian Northwest Cina, curah hujannya kecil sehingga cenderung kering. Tapi disini terdapat ladang anggur yang luas. Anggurnya enak karena ada perbedaan sangat besar antara temperatur di siang hari dan malam hari. Anggur yang sudah dipetik dari ladang digantungkan dalam rumah berventilasi untuk dikeringkan. Sebulan kemudian, buah anggur lain dipetik, kadar gulanya lebih tinggi. Buah anggur yang ini akan digunakan sebagai bahan baku China Nut Cake.

Cara membuat China Nut Cake adalah dengan memeras buah anggur yang kadar gulanya 30% dan kemudian dimasak selama 4 jam. Setelah itu jus anggur dimasak dan jadilah sirup. Biji kenari yang telah dimasak garing ini dicampurkan. Kue harus dipotong saat kondisi masih panas.



Makanan yang sangat terkenal di China adalah mie. Mie yang istimewa ini dibuat dengan tambahan telur udang. 1 kg udang menghasilkan kurang lebih 50 gram telur udang. Cara memasaknya yaitu dengan merendam telur udang pada saus jahe dan dikukus dengan anggur beras. Campuran yang telah dikukus ini dikeringkan dengan sinar matahari kurang lebih 1 jam. Kemudian disangrai di atas api kecil dan ditambahkan bawang putih kupas dan cengkeh ke dalam bumbu kering tadi sehingga bumbu tersebut siap disimpan untuk diawetkan. Sedangkan, mienya dimasak dengan suhu tinggi dan ditambahkan daun bawang, kecap asin, dan kuah kaldu. Di atas mie ditambahkan telur udang yang telah kering. Masakkan ini dianggap sebagai kompensasi panasnya musim panas oleh masyarakat Cina.

Di wilayah Woo Jung, orang mengumpulkan sweet osmanthus yang memiliki aroma semerbak. Bunga ini diawetkan dengan air jeruk nipis supaya warna dan aroma tidak hilang. Bunga ini biasanya diolah dengan garam untuk disimpan dan menjadi saus sweet osmanthus.

Makanan yang dihidangkan dengan saus sweet osmanthus biasanya adalah memasak cabai yang ditambahkan jahe potong dan jamur yang diambil dari hutan. Kecap ditambahkan untuk menambahkan warna pada masakan dengan api kecil selama 10 menit.

Sedangkan di danau Chang Dong, banyak sekali bebek yang sedang mengerami telurnya. Bebek tersebut diambil dan dimasak dengan jamur. Tradisi yang biasanya dilakukan di Xiang Bao adalah ketika anak baru lahir akan diadakan undangan makan dengan tetangga-tetangga. Makanan yang dihidangkan adalah 5 mangkuk besar dan empat piring per meja yang berisi daging sebagai lambang ketulusan pemilik rumah. Kebiasaan orang di China sebelum tahun baru adalah pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Orang Chinese terlihat bersusah payah dalam hal hidup tetapi ditutupi dengan cara menghasilkan makanan yang enak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jaminan Mutu Pangan - Sejarah Mutu dan Perkembangan Sistem Mutu

Unggas - Karakteristik Bahan Pangan

Serealia dan Kacang - Kacangan - Karakteristik Bahan Pangan