Sayuran dan Buah - Buahan - Karakteristik Bahan Pangan
SAYURAN DAN BUAH
BUAHAN
SAYURAN
-
Tanaman holtikultura yang berumur pendek
-
Sumber mineral dan vitamin A dan C
STRUKTUR SAYURAN
-
Sistem Jaringan Kulit
o
Epidermis
o
Pelindung luar tanaman
o
Pertukaran gas
o
Melindungi dari bakteri patogen
o
Kehilangan air
o
Peresapan bahan kimia
o
Penguapan senyawa volatil
o
Terdiri dari :
§
Sel epidermal à
lebih tebal dari sel di bawahnya
§
Membran kutikula à
berlapis lapis menutupi epidermis, tempat terbentuknya kutin yang melindungi
dari bakteri patogen, penguapan air.Kutin terbentuk dari polimerisasi asam asam
hidroksikarboksilat dengan beberapa senyawa yang diesterkan misalnya asam
floinolat.
§
Stomata à
Pertukaran gas. Berperan pada proses transpirasi dan respirasi. Tekanan turgor
membuat katup menjadi terbuka dan adanya pertukaran gas.
§
Lentisel à
Kambium gas lebih aktif, selalu terbuka, respirasi dapat berjalan lebih cepat.
-
Sistem Dasar
o
Parenkim
§
Ada bagian aktif namanya protoplasma dimana
didalamnya ada inti sel dan sitoplas
§
Di dalam sini ada vakuola, membran, inti sel,
cytoplast, dan dinding sel
o
Kolenkima
§
Ada pektin
o
Sklerenkim
§
Penunjang organ tumbuhan
§
Ada sel serabut xylem à mengangkut air dan berkas
mineral yang larut air
§
Ada sel batu floem à mengangkut zat makanan yang
disintetis di daun
METABOLISME DALAM BAHAN
-
Sistem fermentasi dapat berlangsung kalo
oksigennya berkurang
-
Fermentasi à
proses glikolisis senyawa organik menjadi molekul yang lebih sederhana seperti
aldehid, alkohol.
TURGOR SEL DAN TEKSTUR SAYURAN
-
Jadi terjadinya turgor itu karena ada penyerapan
air disekeliling sel sehingga isi sel kemasukan air. Sementara dinding sel itu
sifatnya permeabel terhadap air, maka kan bisa masuk terus, ntar bisa jadi
turgid.
-
Nah, kalau sayuran masih melekat pada pohonnya,
dapat terjadi keseimbangan antara cairan dalam sel dan luar sel sehingga turgor
masih dapat dipertahankan.
-
Tetapi kalau sudah tidak melekat, dia bisa
keluar dan pecah.
KOMPOSISI SAYURAN DAN PERUBAHANNYA
KARBOHIDRAT
-
Karbohidrat dalam sayuran disimpan dalam bentuk
selulosa tapi bisa juga dalam bentuk pati dan gula.
-
Pada kentang, penurunan pati akan lambat
-
Sukrosa dihidrolisa menjadi glukosa dan fruktosa
-
Bagaimana agar kandungan gula pereduksi pada
kentang turun? Kentang yang disimpan di ruangan dingin harus disimpan di dalam
suhu ruangan untuk beberapa lama agar kandungan gula pereduksi menurun.
VITAMIN DAN MINERAL
-
Ada vitamin A, C, B1, dan mineralnya kalsium dan
besi.
PIGMEN
-
Klorofil
o
Terdapat dalam daun dan permukaan batang, di
dalam spongi di bawah kutikula
o
Terdapat dalam kloroplast
o
Terdapat ester fitil dalam molekulnya sehingga
sifatnya non polar
o
Mudah mengalami degradasi
o
Kalo maasak sayur harus di buka, nanti jadi
coklat, nah kenapa jadi coklat? Karena pada saat memasak itu mengeluarkan
senyawa volatil salah satunya asam gitu kan nah ketika dia tidak terbuka, akan
balik lagi dan bereaksi dengan klorofil menjadi coklat
-
Karotenoid
o
Pigmen berwarna kuning, oranye, atau merah
oranye
o
Larut dalam lemak
o
Klorofil selalu disertai karotenoid
o
Ada dua jenis yaitu : karoten (sangat larut
dalam protelum eter dan kurang larut dalam etanol), dan xantofil sebaliknya
o
Mudah teroksidasi kalo suhu tinggi
o
Kerusakan saat pemanasan sangat sedikit, tapi
klo pengeringan banyak
-
Antosianin
o
Larut dalam air
o
Warnanya biru, ungu, merah
o
Konsentrasi antosianin yang rendah warnanya jadi
ungu
o
Kalo konsentrasinya tinggi bisa menjadi hitam
o
pH rendah, merah.
o
pH netral, biru
o
pH tinggi, putih
o
Kopigmentasi à
pencampuran dengan pigmen lain
o
Susahnya kalo pengolahan, kan antosianin larut
dalam air, jadi kalo direbus dalam air nanti warnanya berubah karena larut
dalam air
o
Antosianin juga membentuk garam dengan logam
sehingga warnanya berubah. Apabila dengan Fe pada makanan kaleng, akan menjadi
ungu, makanya perlu terdapat lapisan enamel pada bagian bawah tutup kaleng
dengan oleoresin
-
Antoksantin (Flavonoid)
o
Berwarna kuning atau putih
o
Larut dalam air sama seperti antosianin
o
Sangat peka pada perubahan pH
-
Tanin
o
Rasa sepat karena adanya penggumpalan protein
pada mulut
REAKSI BROWNING
-
Disebabkan oleh oksidasi fenol
-
Karena adanya enzim folifenol oksidase
PENANGANAN PASCAPANEN SAYURAN
-
Pendinginan
o
Menahan atau mengurangi penyebab kebusukan
seperti aktivitas mikroorganisme, enzim, dan penguapan
o
Memberikan suhu rendah antara -2 sampai 10 °C
o
Pendinginan dimulai ketika sudah di panen
-
Pelapisan Lilin
o
Mengurangi laju respirasi dan transpirasi
o
Emulsi lilin melapisi lentisel dan stomata
o
Tidak boleh terlalu tebal kaerna akan
menyebabkan adanya respirasi anaerob
o
Lilin yang biasanya digunakaan adalah lilin
tebal, lilin karnauba, dan lilin lebah.
-
Penyimpanan dengan Udara Terkendali
o
Menghambat kegiatan respirasi
o
Menambahkan CO2 dan tingkat N2 yang tinggi
o
MA Storgae itu dalam bungkus plastik
o
O2 yang rendah itu respirasi dihambat, klorofil
tidak mengalami oksidasi, produksi etilennya juga rendah
o
Tetapi kalo O2 berkurang pada titik tertentu,
malahan akan ada respirasi anaerob
BUAH – BUAHAN
-
Bagian tanaman hasil perkawinan putik dan benang
sari
-
Merupakan tempat biji
KOMPOSISI BUAH – BUAHAN DAN PERUBAHANNYA
-
Karbohidrat
o
Pati bertambah tapi ada juga yang meningkat trus
turun lagi
o
Gula meningkat tapi ada juga yang cuma sedikit
misalnya tomat, atau bahkan tidak sama sekali
o
Selama proses pematangan buah, zat pektik akan
terhidrolisa menjadi komponen larut air sehingga akan membuat tekstur menjadi
lunak
-
Vitamin dan Mineral
o
Vitamin C, A, dan B1
-
Pigmen
o
Antosianin, Antosantin, Karoten, Klorofil, dan
Tanin
-
Asam Organik
o
Kandungan asam organik menurun saat pematangan
buah
o
Mempengaruhi rasa dan aroma buah
o
Asam format, asetat, fumarat, malat
-
Kandungan Lain
o
Selulosa, heksosan, pentosan, senyawa aromatik
lainnya, ester, enzim, alkohol, karbonil
PERUBAHAN FISIOLOGI PASCAPANEN
-
Proses pertumbuhan dan respirasi
o
Pematangan
§
Mulainya proses kelayuan organisasi antar sel
mulai terganggu
§
Ada hidrolisa substrat dan enzim di dalamnya
§
Ada pemecahan klorofil, pati, pektin, dan tanin
§
Dari hasil pemecahan tersebut ada menghasilkan
etilen, pigmen, flavor, energi, dan polipeptida
§
Fase akhir dari proses penguraian substrat
§
Terjadi perubahan rasa, warna, tekstur
o
Kelayuan (senescene)
§
Dinding menjadi lebih tipis
§
Degradasi mitokondria
§
Protein menurun
§
Sifat permeabilitas sel berubah
§
Fotosintesis menurun
§
Kegiatan pernapasan menurun
§
Hormon yang berperan :
·
Auksin berperan dalam sintesis etilen
·
Giberelin berperan menghambat senescene
(kebalikan dari auksin)
·
Asam absitat mempercepat proses pematangan
·
Sitokinin mencegan terjadinya senescene
·
Etilen mempercepat terjadinya senescene
o
Pembusukan (deterioration)
-
Respirasi
o
Menyerap oksigen dan menghasilkan energi, CO2
dan air
o
Semakin mendekati pelayuan, CO2 yang dihasilkan
sedikit
-
Klimaterik
o
Adanya pembuatan etilen
-
Peranan etilen selama penyimpanan
o
Aktivitas etilen menurun seiring menurun suhu
penyimpanan
o
Penggunaan sinar radioaktif pada saat klimaterik
dapat mencegah kerja etilen
-
Perubahan Fisik dan Kimia Selama Pematangan
o
Perubahan Fisik
§
Warnanya berubah karena proses degradasi pigmen
§
Pelunakkan buah karena zat protopektin dipecah
menjadi pektin
§
Naiknya kadar gula sederhana menyebabkan rasa
manis
o
Perubahan Kimia
§
Turgor sel
·
Mempengaruhi kekerasan buah saat buah sudah
matang
·
Naiknya jumlah pektin larut dalam air membuat
buah menjadi lunak
§
Kandungan Pati
·
Buah dengan kandungan pati tinggi akan berkurang
kandungan patinya kalau pada saat penyimpanan
§
Gula Sederhana
·
Buah dengan kandungan pati tinggi akan
dihidrolisis dalam bentuk glukosa, tetapi kenyataannya tidak
·
Kandungan pati menurun
·
Sukrosa meningkat
·
Dipecah menjadi fruktosa dan gluksa
§
Asam amino dan protein
·
Peningkatan protein
·
Asam amino metionin dan beta alanin ini penting
karena prekursornya etilen
§
Lemak
·
Lemak mempengaruhi tekstur
·
Pada saat belum matang sempurna, kadarnya turun,
tapi ketika matang seutuhnya, kadarnya naik
§
Asam organik
·
Kandungannya akan turun
·
Asam organik malat dan sitrat akan turun
§
Pigmen
·
Klorofil -> menghilang warna hijaunya karena
adanya oksidasi atau penjenuhan terhadap ikatan rangkap
·
Karotenoid -> sintesanya bisa dihambat karena
adanya giberelin
·
Sintesis likopen 60-70°F.
§
Senyawa Volatil
·
Senyawa ester dari alkohol alifatik dan
asamlemak berantai pendek memberikan flavour pada buah
§
Senyawa turunan fenol
·
Perubahan pada tanin – oksidasi dan degradasi
PENANGANAN PASCA PANEN
-
Penanganan
o
Pre cooling – menghambat proses respirasi,
menurunkan kepekaan terhadap serangan mikroba, mengurangi jumlah air yang
hilang, dan mempermudah pemindahan ke ruang penyimpanan dingin. Menggunakan air
cooling dan vaccuum cooling
o
Pencucian
o
Degreening – Dekomposisi pigmen hijau pada
buahan, menggunakan etilen untuk mengaktifkannya
o
Waxing – mengkilap
-
Penyimpanan dingin
o
Perhatikan mutu bahan, suhu ruangan, kelembapan
udara
o
Faktor yang mempengaruhi pendinginan buah adalah
varietas, kondisi tanah, derajat kematangan, iklim tempat tumbuh, cara budidaya
tanaman, cara penanganan sebelum disimpan.
o
Pengaruhnya terhadap buah buahan :
§
Kehilangan berat
§
Kerusakan dingin
§
Kegagalan untuk matang
§
Kebusukan
-
Penyimpanan Atmosfer Tekontrol
o
Penyimpanan dingin dengan kadar O2 dan CO2 nya
diatur
LAJU RESPIRASI

Buah klimaterik à kematangan terjadi
setelah laju respirasi mencapai puncaknya
Buah non klimaterik à laju respirasi terus
menurun dan tidak ada puncaknya
PERLAKUAN PENDAHULUAN SEBELUM PENGOLAHAN BUAH
BUAHAN
1. Blansir
à Pemanasan pada bahan
pangan dengan suhu mendidih tapi singkat saja. Menghambat terjadi pencoklatan,
melunakkan, melayukan bahan, memperbaiki palatabilitas. Adanya inaktivasi enzim
polifenolase
2. Perendaman
larutan sulfit, vitamin c, asam sitrat à
mengurangi pencoklatan karena menghambat reaksi antara enzim polifenolase,
oksigen, dan senyawa polifenol
3. Perendaman
dalam air kapur menjaga tekstur bahan karena air kapur dapat bereaksi dengan
zat pektik membentuk kalsium pektat.
Komentar
Posting Komentar