Telur - Karakteristik Bahan Pangan
TELUR
JENIS
-
Telur ayam, telur bebek (biru dan putih
tergantung jenis bebeknya), telur ikan, telur puyuh.
KOMPOSISI KIMIA DAN SIFAT FUNGSIONAL TELUR
-
Komposisi Kimia
1.
11% kulit, 58% putih telur, dan 31% kuning
telur.
2.
65% putih telur, 35% kuning telur.
3.
Berisi 6-7 gram protein dan 6 gram lemak.
4.
Proteinnya kualitas tinggi.
5.
Proteinnya berisi asam amino essensial.
6.
Mengandung semua vitamin yang dibutuhkan kecuali
vitamin C.
7.
Kuning telur mengandung kolesterol.
-
Sifat – Sifat Fungsional Telur
1.
Sifat fungsional adalah sekumpulan sifat dari
pangan atau bahan pangan yang mempengaruhi penggunaannya.
2.
Daya koagulasi
a.
Ditandai dengan berubahnya bentuk cairan menjadi
padat.
b.
Disebabkan oleh pengaruh panas, mekanik, asam,
basa, garam.
c.
Pemanasan pada suhu 60 – 70°C.
d.
Sifat koagulasi terdapat pada putih dan kuning
telur.
3.
Daya buih (foaming)
a.
Bentuk dispersi koloida gas dalam cairan.
b.
Putih telur dikocok -> udara terperangkap
pada albumen cair -> membentuk busa.
c.
Apabila busa semakin banyak, maka akan semakin
kaku dan kehilangan sifat alirnya.
d.
Kestabilan buih ditentukan oleh kandungan
ovomusin.
4.
Daya emulsi (emulsifying properties)
a.
Ada kuning telur yang merupakan emulsi minyak
dalam air.
b.
Ada bagian surface active à lesitin, kolesterol,
dan lesitoprotein.
c.
Lesitin -> mendukung emulsi minyak dalam air.
d.
Kolesterol -> emulsi air dalam minyak.
5.
Kontrol kristalisasi
a.
Penambahan albumen ke dalam larutan gula
mencegah terjadinya pembentukan kristal gula. Mengapa bisa terjadi? Karena
albumen mencegah penguapan sehingga mencegah inversi sukrosa berlebihan.
b.
Dimanfaatkan dalam pembuatan candy.
c.
Penambahan telur memberikan rasa manis, halus,
serta selalu basah di mulut.
6.
Pemberi warna
a.
Hanya dimiliki oleh kuning telur yaitu pigmen
kuning dari xantofil, lutein, beta karoten, dan kriptoxantin.
b.
Digunakan pada baked product, es krim, saus,
custrad.
-
Cakes à
foaming dan koagulasi
-
Mayonaise à
emulsifikasi
-
Salad dressing à
emulsifikasi
STRUKTUR TELUR
-
Proses pembentukan telur
1.
Sinar merah mengenai mata bagian induk ayam.
2.
Sinar merah merangsang glanula pituitari dan
mengekskresikan FSH (Follicle Stimulating Hormon).
3.
Hormonnya terbawa aliran darah ke ovari.
4.
Salah satu dari ribuan telur dirangsang oleh
hormon FSH.
5.
Tumbuh dan berkembang menjadi kantung yang
berisi kuning telur.
6.
Kantung pecah dan kuning telur dibebaskan à evolusi.
7.
Telur kan pecah, nah ada pembuluh darah yang
pecah juga lalu sebagian itu masuk ke dalam kuning telur.
8.
Kuning telur dan pembuluh darah itu masuk ke
ovidak.
9.
Kuning telur masuk ke bagian magnum dengan gerak
peristaltik.
10.
Di dalam magnum, kuning telur dilindungi oleh
putih telur yang kental selama 3 jam.
11.
Dengan gerak spiral, telur masuk ke bagian
isthmus.
12.
Nah, gerakan spiral menyebabkan albumin pada
ujung kuning telur terpuntir sehingga terbentuk chalaza dan terbentuk struktur
koloidal.
13.
Setelah 1,25 jam di bagian ithmus, maka masuk ke
bagian uterus.
14.
Uterus mengeluarkan albumin encer dan garam –
garam menggunakan cara osmosis.
15.
Lapisan chalazaferous terbentuk dalam uterus.
16.
Dideteksi dengan palpasi bahwa ayam dapat
bertelur setelah 10-21 jam dalam uterus.
17.
Telur yang lengkap masuk ke dalam vagina dan
dikeluarkan melalui kloaka.
18.
Total ada 24 – 48 jam/siklus.
19.
Siklus dapat dimulai lagi 30 menit kemudian.
-
Morfologi
1.
Besar telur dipengaruhi oleh jenis induk, serta
hal lain yang berhubungan dengan fisiologi hewan.
2.
Perbedaan warna telur juga dipengaruhi oleh
jenis induk dan jenis makanan.
-
Bagian – Bagian Telur
1.
Albumin (putih telur), kuning telur (yolk), dan
kulit telur (egg shell).

2.
Bagian terluar kulit telur adalah mukosa yang
menyelubungi seluruh permukaan kulit telur yang dinamakan kutikula (zat protein
yang punya struktur sama seperti kuku dan rambut).
3.
Kutikula mengisii pori – pori telur yang
berfungsi sebagai kontrol terhadap jamur, bakteri, air, dan gas yang dapat
melewatinya.
4.
Lapisan bunga karang dapat dihilangkan dengan
merendam sehingga yang tertinggal hanya kalsium berbentuk kristal.
5.
Kutikula -> lapisan bunga karang ->
lapisan mammila -> membran kulit dalam dan membran kulit luar.
6.
Pada saat telur sudah dikeluarkan oleh induk
lalu beberapa lama kemudian dia mengalami pendinginan dan pengerutan, nah hal
ini yang menyebabkan terbentuknya rongga udara
7.
Putih telur terdiri dari 4 lapisan :
a.
Lapisan telur terluar
i.
Cairan kental mengandung beberapa serat musin.
b.
Lapisan tengah “albuminous sac”
i.
Anyaman musin setengah padat.
c.
Lapisan cairan yang lebih encer
d.
Lapisan cairan yang dinamakan nalazifera.
8.
Kuning telur terdiri dari lapisan konsentrik
yang disusun dari lapisan kuning telur gelap dan terang.
9.
Kuning telur dilapisi oleh membran vitelin yang
bersifat permeable terhadap air dan mempertahankan bentuk kuning telur.
10.
Konsentrasi kuning telur yang lebih tinggi
daripada putih telur akan menyebabkan perpindahan air sehingga kuning telur
membesar.
11.
Apabila membran vitelin tadi itu tidak dapat
mempertahankan maka kuning telur akan terkesan menjadi tidak kokoh.
12.
Warna coklat pada telur disebabkan oleh
hematofofirin dalam bentuk metil ester.
13.
Wana hijau kebiruan telur bebek disebabkan oleh
pigmen biliverdin dari empedu yang memiliki tiga cincin pirol.
14.
Kulit telur penyu tidak memiliki bentuk yang tetap
karena zat kapurnya sedikit dalam lapisan sponge.
-
Penyimpangan Telur
1.
Telur dengan dua kuning telur à karena ada dua kuning
telur yang dilepaskan secara langsung pada saat bersamaan atau satu buah kuning
telur masuk pada saluran telur dibungkus bersama dengan kuning yang dilepaskan
pada hari berikutnya.
2.
Telur tanpa kuning à Terjadi karena oviduk atau
ovari terkupas. Nah, kupasan jaringan tersebut menyebabkan sekresi glandula
yang mengeluarkan cairan putih telur.
3.
Telur dalam telur à
jika ada pembalikkan arah telur oleh dinding oviduk. Hal tersebut akan
ditambahkan pada hari berikutnya dan dibungkus bersama – sama.
4.
Telur bernoda darah à Pecahnya bagian darah pada
saat ovulasi.
5.
Noda daging à
Disebabkan oleh reaksi kimia atau terlepasnya jaringan ikat pada alat
reproduksi induk.
6.
Penyimpangan warna kuning telur à disebabkan karena
bahan bahan yang terdapat dalam pakan (warna burik disebabkan oleh nikarbasin,
asam galat, warna platinum, kekurangan vitamin A atau infeksi oleh bakteri dan
cacing).
7.
Penyimpangan flavour à disebabkan oleh flavour pada
pakan atau penyakit.
8.
Kulit telur lunak à
prematur, kekurangan kalsium dan vitamin D, deposit bahan bahan kulit kurang
9.
Kulit telur tipis à
kekurangan pakan dan penyakit tertentu atau keturunan.
10.
Kulit berkapur atau mengkilap à kurang berfungsinya
uterus, kulitnya kurang berpori (mengkilap)
11.
Bentuk yang tidak normal à serangan penyakit pernafasan
dan adanya perlakuan penyinaran dengan sinar X.
-
Perubahan Fisiko Kimia Telur
1.
Permukaan kulit telur mula mula ada cairan
mukosanya. Nah setelah beberapa lama, cairan mukosanya menjadi kering. Jadinya
uda ga ada lagi yang ngelindungi dia dari penetrasi air, udara, bakteri, dll.
Jadi pori – pori semakin terbuka. Apabila pori – pori semakin terbuka maka CO2
dan air menguap dan berat jenis telur berkurang.
2.
Pada saat CO2 berkurang maka di dalam albumen
ada asam karbonat yang terkandung di dalamnya, menyamakan CO2. Karena
pembebasan karbon dioksida akan menyebabkan perubahan asam karbonat menjadi
karbondioksida dan air.
3.
Nah pemecahan asam karbonat ini menyebabkan
keadaan menjadi basa.
4.
Haugh à
mengukur putih telur uda terjadi perubahan yang banyak atau belum. Semakin
tinggi Hu nya maka telur semakin baru (tidak mengalami banyak perubahan).
Dimana H adalah tinggi albumen (mm), W adalah berat
telur (gram).
Sebesar 1,05 yang bagus lebih dari itu.
5.
Candling à
pemeriksaan isi telur, kalo kuning telurnya di tengah maka masih bagus.
6.
Bertambahnya lama penyimpanan, kuning telur akan
bergeser bahkan bisa menempel ke kulit telur.
7.
Kerusahan pada kuning telur :
a.
Red rots
i.
Ditandai adanya warna kemerahan pada kuning
telur dan dapat dideteksi dengan peneropongan.
ii.
Albumen mengalami pengenceran dan berwarna
keabuan yang diselimuti warna kemerahan.
iii.
Kerusakan ini disebabkan oleh Pseudomonas.
b.
Green rots atau sour rots
i.
Albumen mengalami pengenceran dan tampak
berwarna hijau.
ii.
Kuning telur ada bintik bintik berwarna pink
atau putih serta mengeras seperti telah dimasak.
iii.
Membran vitelin mengalami penebalan ada warna
hitamnya atau putihnya
iv.
Disebabkan oleh Pseudomonas dan kotoran.
c.
Black rots
i.
Ruang udara besar
ii.
Albumen berwarna coklat kehijauan
iii.
Kuning telur berwarna hitam
iv.
Ada bau busuk
v.
Terkontaminasi dari E.coli, Proteus, Alcaligenes.
vi.
Sumber kontaminannya dari debu.
8.
Indeks albumen
Dimana t adalah
tebal sebaran albumen dan I adalah diameter sebaran isi telur.
Yang bagus itu
> 0,073
PENANGANAN TELUR
-
Penurunan mutu dapat disebabkan karena penguapan
CO2, air, dan aktivitas mikroba.
-
Pengumpulan telur dari kandang harus sesering
mungkin bisa 3-4 kali sehari.
-
Pendinginan suhu 50°F selama 12-24 jam sebelum
dikemas.
-
Pemasarannya harus sering, 2 kali per minggu.
-
Penanganan telur :
1.
Pembersihan
a.
Dengan larutan deterjen sanitizer (NaOH 0,35%
dan klorin kurang dari 50 ppm)
b.
Digunakan semprotan air
c.
Pencucian dilakukan setelah dipungut
d.
Jangan mencoba membersihkan berlebihan pada
telur yang kotor
e.
Jangan menggunakan air yang mengandung Fe lebih
dari 2 ppm
f.
Jangan membasahi telur dengan air pembersih
lebih dari 5 menit
g.
Jangan menggunakan kembali air pencuci
h.
Suhu air pencuci harus 20-40°F di atas suhu
telur.
i.
Dapat juga menggosok menggunakan amplas tapi
waktunya lama.
2.
Pendinginan
a.
Suhu 50-60 °F
b.
Pengemasannya juga harus bagus supaya CO2 nya
bertahan disitu.
c.
Menyebabkan kadar amonia meningkat setelah
disimpan 6 minggu karena ada aktivitas enzim proteolitik dan tripsin.
3.
Pelapisan kulit telur dengan minyak
a.
Menutup pori – pori telur.
b.
Minyak mineral atau minyak nabati
c.
Dapat diberi zat anti mikroba misalnya
pentaklorofenol.
4.
Cara penanganan lain
a.
Pemanasan telur pada suhu 60°C selama 10 menit
untuk pengawetan.
b.
Akan menyebabkan lapisan tipis albumen
terkoagulasi)
c.
Air pemanas dapat diberi fenol karena fenol
adalah senyawa anti bakteri.
PARAMETER MUTU TELUR
-
Pemeriksaan dengan candling
o
Ditempatkan pada alat candling dan lampu lalu
diputar putar dan dilihat kondisi fisiknya (keadaan kulit, kebersihan,
keretakan, pori – pori).
-
Pemeriksaan isi telur
o
Telur dipecahkan di atas cawan petri
o
Pemeriksaan subjektif
§
Kondisi telurnya bagaimana, kuning dan putihnya
bagaimana, kebersihan, kejernihan, lalu digambar
o
Pemeriksaan Objektif
§
Indeks kuning telur 0,33-0,50
§
Indeks putih telur 0,05 – 0,174
§
Unit Haugh 75-100
-
Ketebalan kulit telur
o
Telur ayam ras à
kurang dari 0,33 mm dianggap terlalu tipis
-
Porositas kulit telur
o
Metode perwarnaan dicelupkan ke larutan metilen
biru atau violet kristal selama 1 jam nah nantinya telur dipecahkan lalu
dilihat mana yang menyerap, kalo semakin banyak serapan berarti semakin
porositas atau bisa dibandingkan dengan telur lain
KOMPOSISI KIMIA
-
Kuning telur mengandung lemak, kadar abu, dan
protein lebih banyak namun kandungan airnya sedikit dibandingkan putih telur.
-
Penentuannya :
o
Kadar air : pakai oven vakum
o
Kadar lemak : metode hidrolisis asam
o
Kadar protein : metode kjehdlal mikro
o
Kadar abu : metode pengabuan
CARA MEMPERTAHANKAN MUTU TELUR
-
Penyimpanan suhu rendah
-
Perendaman kulit telur dengan Na2SiO4, larutan
teh, daun jambu.
Telur direndam 7
hari di larutan kapur jenuh
Telur direndam di
kulit bawang merah 8 hari
-
Termostabilisasi
Perendaman suhu
60 derajat celcius dengan minyak goreng selama 10 menit lalu ditiriskan dan
disimpan dalam suhu ruang selama 2 minggu lalu diamati dengan pemeriksaan
objektif
Komentar
Posting Komentar