Keseruan Lain di Balik Bangku Perkuliahan
Mata kuliah Budaya Makanan dan Keterampilan Manajemen adalah dua mata kuliah yang menurut saya sangat menantang. Mata kuliah ini tidak hanya semata-mata belajar di kelas saja, tapi ada sebuah project yang menurut saya sangat luar biasa dan memberikan banyak pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan selama umur hidup saya. Pengalaman yang tidak terlupakan dan sekaligus merupakan tantangan di bangku perkuliahan.
Menurut saya, di kedua mata kuliah ini tidak hanya membutuhkan totalitas dalam mengerjakan sebuah project, tetapi harus menggunakan strategi, harus mengerti apa yang menjadi sebuah tujuan, mengatur prioritas, dan time management yang baik. Kenapa? karena project yang menjadi tantangan di dua mata kuliah ini cukup menantang. Jangan berharap apabila anda hanya sekedar bermalas-malasan maka akan lulus di dalam mata kuliah ini. Tidak bisa. Harus rajin. HEHEHE.
Percayalah, seberat apapun tantangan dalam project ini, apabila anda berhasil melewatinya, akan ada kelegaan yang sangat sangat sangat lega. Emang apa sih projectnya?
Mata kuliah budaya makanan adalah mata kuliah dimana kita harus menggali budaya dari suatu makanan daerah di Indonesia. Kita pasti sudah tahu bahwa makanan tradisional di Indonesia sangat beragam dan berasal dari berbagai macam budaya baik yang terpengaruh dari luar Indonesia (penjajahan bangsa asing) atau murni dari budaya bangsa Indonesia. Semua makanan tersebut punya cerita sejarahnya. Kadang kita tidak tahu apa makna nya? Yaaaaa, yang kita tahu hanya makan dan kemudian merasakan kenikmatan dari makanan tersebut, lalu kenyang. Hmmmmm... jujur itu juga yang saya lakukan kok kalo melihat suatu makanan yang enak.
Nah tantangannya adalah terkadang masih sedikit literatur seperti jurnal atau artikel ilmiah yang membicarakan tentang makanan tradisional di Indonesia, sehingga harus melakukan wawancara kepada ahli-ahli budaya makanan yang terkait. Kami harus mengetahui cara membuatnya bagaimana, setiap komposisi makanan pasti ada arti sejarah dan budayanya, kami pun harus tahu itu. This is so cool! Kayaknya ga akan pernah tau sebelumnya kenapa klappertaart makanan tradisional Sulawesi Utara itu bisa muncul di Indonesia, gak tau sebelumnya kenapa ketupat bentuknya dianyam kayak gitu, gak pernah tau sebelumnya kalo lumpia semarang itu adalah hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia. Kerennnnn!
Lalu tantangan yang menurut saya berat juga adalah kami harus melakukan publikasi jurnal nasional/internasional mengenai topik makanan tradisional yang menjadi bagian kami. Hmmmm sungguh luar biasa kalau disini saya dan teman-teman saya mendapatkan kesempatan untuk menulis jurnal internasional mengenai klappertaart serta dapat diterbitkan di Elsevier. Ini linknya barangkali mau baca heehehe (http://www.journalofethnicfoods.net/article/S2352-6181(17)30190-7/pdf)
Nah kalo itu tadi mata kuliah Budaya Makanan, maka sekarang adalah Keterampilan Manajemen. Disini gak cuma dilatih untuk sekedar membuat laporan dan berjualan produk saja. Tapi kami harus membuat produk dan kemudian menjual, serta mendaftarkan izin edar produk PIRT. Wow, anak S1 uda disuruh begini menurut saya menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat ketika nanti sudah lulus kuliah. Proses yang tidak sebentar dalam mendapatkan sertifikat PIRT ini adalah tantangannya. Berurusan dengan pemerintah yang memiliki aturan sendiri dan kita tidak bisa serta merta mengatur mereka, sehingga yang sempat menjadi hambatan saya adalah dalam pembuatan SKDU yang cukup lama serta saya kurang mengatur waktu dan strategi di mata kuliah ini. Akhirnya saya harus mengulang.
Tapi ini tetap menjadi pengalaman yang sangat luar biasa. Setelah dari situ, saya belajar mengenai strategi harus digunakan untuk mencapai sebuah tujuan. Seperti postingan sebelumnya, yaaa we got the SPP-IRT for our "Soompia-Q". Selain tantangan untuk mendapatkan nomor izin edar PIRT, masih ada tantangan lain yaitu dalam membuat laporan keuangan dan analisa keuangan yang sangat detail. Luar biasa.
Nah yang menjadi tantangan dari keduanya adalah masalah waktu satu semester yang tidak cukup panjang untuk mempublikasikan jurnal internasional dan mendapatkan sertifikat PIRT, so disini harus melakukan strategi yang baik agar waktu cukup, dan tentunya harus GERCEP (gerak cepat). Tapi bener bener gak nyangka kalo bisa terbitin jurnal dalam waktu kurang lebih 4 bulan saja. Thanks for this opportunity, Mr. Albert Kuhon !
Sebenernya nih, itu tadinya cuma mau ngomong dikit aja tentang pengalaman ikut dua mata kuliah luar biasa ini, sebenarnya nih ini loh yang mau saya tunjukkan. Di dalam mata kuliah ini, setiap selesai UAS, kami menikmati berbagai macam produk makanan yang telah dibuat oleh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini. Jadi seperti pameran makanan, tapi gratis HEHEHE, menyenangkan kan? Iya dongggggg.
Ini nih foto-fotonyaaaaaaaaaaaaaaa!
Hayo lihat ada apa aja itu di gambar 1? Komen ya di kolom komentar!
Keseruan lagi icip icip makanan, sampai makanannya tidak terlihat hahahaha kayak kondangan ya! Seru banget.
Kalo ini lagi sibuk untuk menyiapkan Coto Makassar dan Papeda!
Yang ini produk-produk dari mata kuliah Keterampilan Manajemen, kece kan? siap di jual deh.
Cicip - cicip makanan tradisional Indonesia, ga ada bosennya!





Komentar
Posting Komentar