Analisis Pangan

1. Kenapa penting?
a. Permintaan konsumen dan trend
b. Manajemen keamanan dan kualitas. Supaya tau bagaimana keamanan dan kualitas dari makanan tersebut.
c. Regulasi dan standar internasional
d. Pengembangan produk dan penambahan nilai pada suatu pangan
e. Label nutrisi

2. Tahapan analisis pangan
a. Pilih objek dan ukuran sampelnya
b. Pilih metode dengan mempertimbangkan karakteristik sampel, metode yg sesuai, AOAC (Association of Analytical Communities) International, biaya, teknik, validitasnya.
c. Kumpulkan dan interpretasi data.

3. Nutrition Labelling
a. Untuk informasi kepada konsumen dan memastikan bahwa produk ini melindungi konsumen.
b. Standar format untuk nutritional labelling :
- Serving size dan serving per container
- Jumlah nutrisi per serving kecuali vitamin dan mineral
- Gula dan protein tidak dicatat dalam %Daily Value karena tergantung keadaan setiap rang, sehat atau tidak, menyeragamkan nya sulit, dan gula sederhana.

4. Nutrition Labelling - DV
Daily Value dibagi menjadi dua :
a. RDI (Reference Daily Intake) untuk vitamin dan mineral
b. DRV (Daily Reference Value) untuk komponen makro, based on 2000 atau 2500 cal.

5. Nutrition Labelling - DV dan ADI
Apa perbedaannya?
Daily Value adalah komponen esensial makanan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam tubuh kita
Acceptable Daily Intake adalah jumlah substansi spesifik yang dapat diaplikasikan pada makanan atau minuman dimana apabila dikonsumsi sehari hari tidak menimbulkan masalah kesehatan

6. Tujuan teknik sampling :
a. Nutritional labelling
b. Mendeteksi adanya kontaminasi
c. Quality Assurance
d. Penerimaan bahan baku
e. Merilis produk akhir, layak atau tidak
f. Mendeteksi adanya pemalsuan
g. Keamanan mikrobiologi
h. Keaslian komposisi pangan

7. Faktor yang menentukan pilihan teknik sampling
a. Tujuan pemeriksaannya
b. Produk
c. Metode yang akan digunakan untuk menganalisis
d. Banyaknya populasi yang akan diteliti

By attribute : acceptability, bisa diterima atau tidak
By variable : kuantitatif, biasanya nutritional labelling

8. Prosedur
Setiap makanan memiliki rule nya sendiri untuk sampling.
Detailnya dideskripsikan di Official Methods of Analysis of AOAC International and Code of Federal Regulations (CFR)

Apabila sampelnya homogen maka kita dapat mengambil dari sisi mana saja untuk sampling
Tetapi apabila sampelnya tidak homogen, maka lokasi yang berbeda dapat menyebabkan hasil yang berbeda juga.

9. Preparasi sampel
- Pengecilan ukuran
- Penggilingan/penghancuran
- Oksidasi lipid
- Kontaminasi mikro dan perlindungan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jaminan Mutu Pangan - Sejarah Mutu dan Perkembangan Sistem Mutu

Unggas - Karakteristik Bahan Pangan

Serealia dan Kacang - Kacangan - Karakteristik Bahan Pangan